← Semua picks

Stack Comparison Conditional

Neon vs Supabase vs PlanetScale vs Turso: PostgreSQL serverless 2026

PostgreSQL serverless 2026: Neon vs Supabase vs Turso untuk SaaS bootstrap

1 Agustus 2026 · 8 menit ·Use case: Memilih database serverless untuk SaaS bootstrap Indonesia yang harus scale dari nol ke ribuan user tanpa operasional server.
NeonSupabasePlanetScaleTurso

Kenapa ini penting di 2026

Landscape database serverless berubah signifikan. PlanetScale yang dulu jadi benchmark scaling MySQL sekarang sudah di-sunset free tier dan bergeser fokus. Supabase makin mature tapi makin gemuk sebagai platform. Neon muncul sebagai pure PostgreSQL serverless yang serius. Turso tetap niche tapi semakin relevant untuk use case edge.

Untuk developer Indonesia yang bootstrap SaaS — dengan budget USD terbatas, user di Jakarta, dan tim kecil — pilihan database serverless langsung affect burn rate dan DX harian. Ini bukan keputusan akademis.

Perbandingan cepat

DimensiNeonSupabasePlanetScaleTurso
Database enginePostgreSQL 16PostgreSQL 15MySQL (Vitess)SQLite (libSQL)
Free tier0.5 GB, 100 jam compute500 MB, 2 projectTidak ada (dihapus 2024)500 MB, 9 GB transfer
Paid plan mulaiUSD 19/blnUSD 25/blnUSD 39/blnUSD 29/bln
Region AsiaSingaporeSingaporeSingaporeGlobal edge replicas
BranchingYa (kelas dunia)TidakYaTidak
Built-in authTidakYaTidakTidak
DX scoreTinggiTinggiSedangSedang
Edge-nativePartial (HTTP driver)PartialTidakYa (libSQL)

Neon

Neon adalah PostgreSQL serverless yang paling serius sebagai database murni. Arsitektur storage-compute separated memungkinkan scale to zero yang genuine — Anda tidak bayar ketika database idle, berbeda dengan managed PostgreSQL tradisional yang always-on.

Branching adalah killer feature. Anda bisa buat database branch dalam hitungan detik dari production snapshot — identik dengan git branch. Untuk workflow preview deployment (tiap PR dapat database branch sendiri), ini game-changer. Vercel integration sudah native, Netlify dan Cloudflare juga tersedia.

Kelemahannya: Neon adalah database saja. Tidak ada auth, tidak ada storage, tidak ada realtime. Anda harus pasang Clerk/Auth.js untuk auth, Cloudflare R2 atau S3 untuk storage. Untuk tim yang butuh semua-dalam-satu, ini berarti lebih banyak moving part.

Untuk production SaaS Indonesia: latency dari Jakarta ke Singapore region ~40-60ms. Connection pooling tersedia via Neon’s built-in pooler. Cold start untuk branch yang idle bisa 500ms-1s — perlu dihandle di application layer untuk request pertama.

Supabase

Supabase adalah platform lengkap: PostgreSQL + auth + storage + realtime + edge functions dalam satu dashboard. Untuk MVP dan early-stage SaaS, ini adalah nilai nyata — Anda tidak perlu integrasi terpisah untuk setiap concern.

Auth Supabase adalah yang terbaik di kelasnya untuk free tier. Row Level Security (RLS) terintegrasi langsung dengan auth — Anda bisa tulis auth.uid() = user_id di policy dan akses kontrol langsung di database layer. Untuk CRUD app standar, ini eliminasi banyak boilerplate.

Tradeoff: Supabase semakin besar. Dashboard lebih kompleks, SDK lebih berat, dan ada beberapa gotcha yang baru terasa di production — misalnya RLS performance degradation di tabel besar kalau query tidak dioptimasi. Realtime punya scaling limit di free tier yang tidak obvious sampai Anda hit.

Untuk developer Indonesia: Supabase memiliki komunitas lokal yang aktif, banyak tutorial Bahasa Indonesia tersedia. Onboarding lebih mudah dibanding Neon untuk developer yang belum familiar dengan PostgreSQL administration.

PlanetScale

Jujur: PlanetScale sulit direkomendasikan untuk project baru di 2026.

Penghapusan free tier di 2024 sudah eliminating banyak bootstrap developer. Pricing baru mulai USD 39/bulan untuk plan pertama — lebih mahal dari Neon dan Supabase untuk tier equivalent. MySQL-only (berbeda dari PostgreSQL yang sekarang jadi default di JavaScript/TypeScript ecosystem) juga berarti Anda kehilangan compatibility dengan Drizzle, Prisma, dan ORM lain yang optimize untuk PostgreSQL.

Satu-satunya alasan masih relevan: kalau Anda punya aplikasi PHP/Laravel yang sudah di MySQL dan butuh scaling horizontal tanpa rewrite — Vitess di bawah PlanetScale memang powerful untuk MySQL sharding. Tapi untuk project baru, ini bukan starting point yang masuk akal.

Database branching PlanetScale yang dulu jadi unique selling point kini disamai oleh Neon dengan implementasi lebih baik.

Turso

Turso adalah database berbeda — bukan PostgreSQL, melainkan libSQL (SQLite fork) yang bisa di-deploy ke edge. Ini bukan apples-to-apples comparison dengan tiga lainnya, tapi sering masuk dalam pertimbangan yang sama.

Dua use case yang genuine masuk akal: Pertama, multi-tenant SaaS yang isolated database per tenant — Turso bisa buat ribuan database kecil dengan flat pricing, model ini tidak praktis di Neon atau Supabase yang charge per instance. Kedua, edge application di Cloudflare Workers yang butuh database query tanpa round-trip ke Singapore — embedded libSQL dapat latency <10ms.

Keterbatasan nyata: Turso bukan PostgreSQL, jadi Anda kehilangan ecosystem Postgres — extension (pg_vector, PostGIS, pgcrypto), ORM compatibility penuh, dan tooling yang mature. SQLite tidak punya JSONB yang powerful seperti PostgreSQL. Untuk SaaS dengan query kompleks atau analytics, ini constraint serius.

Setup Turso juga lebih involved dibanding Neon atau Supabase untuk use case standar.

Verdict

Pakai Neon kalau:

  • Anda sudah pakai Clerk, Auth.js, atau solution auth lain
  • Workflow preview deployment dengan database branch adalah prioritas
  • Anda butuh pure PostgreSQL tanpa vendor lock-in ke platform
  • Stack-nya Next.js + Drizzle + Vercel (native integration tersedia)

Pakai Supabase kalau:

  • Anda bootstrap MVP dan butuh auth + storage + database sekaligus
  • Tim kecil yang tidak mau kelola banyak service terpisah
  • RLS-based access control cocok dengan data model Anda
  • Realtime subscription adalah fitur core (chat, notifikasi, dashboard live)

Hindari PlanetScale untuk project baru. Pricing tidak kompetitif, MySQL-only limitasi di TS ecosystem modern.

Pakai Turso hanya kalau:

  • Multi-tenant dengan isolated DB per tenant adalah requirement
  • Edge-native deployment di Cloudflare Workers adalah kebutuhan nyata
  • Anda sadar dan accept keterbatasan SQLite vs PostgreSQL

Untuk mayoritas SaaS bootstrap Indonesia: Neon untuk developer yang sudah punya auth solution, Supabase untuk yang butuh all-in-one. Keduanya punya region Singapore dengan latency acceptable dan pricing yang masuk akal di phase awal.

Ditulis oleh Asti Larasati

// Pick Stack Comparison lain


← Semua picks RSS feed