Hono vs ElysiaJS vs Fastify: HTTP framework TypeScript 2026
HTTP framework TypeScript 2026: Hono vs ElysiaJS vs Fastify — benchmark dan DX
TL;DR
- Hono: Recommended untuk edge deployment (Cloudflare Workers, Deno Deploy) atau multi-runtime. DX bagus, bundle minimal.
- ElysiaJS: Recommended untuk API baru di Bun runtime yang mau type safety end-to-end dan DX paling smooth.
- Fastify: Recommended untuk tim Node.js yang butuh ekosistem matang, plugin lengkap, dan long-term stability.
Konteks 2026
Di 2026 landscape HTTP framework TypeScript sudah jauh berbeda dari era Express. Express hampir tidak ada yang rekomendasikan untuk project baru karena tidak ada TypeScript support native dan perf tertinggal. Yang menarik: tiga framework ini punya filosofi berbeda tapi semua target TypeScript-first developer.
Pertanyaan yang sering masuk ke saya: “Mana yang harus saya pakai untuk API baru?” Jawabannya bukan satu-fits-all — tapi ada pola yang jelas berdasarkan deployment target, runtime, dan ukuran tim.
Perbandingan cepat
| Kriteria | Hono | ElysiaJS | Fastify |
|---|---|---|---|
| Runtime | Multi (Node, Bun, Deno, Edge) | Bun-first (Node ok) | Node-first (Bun ok) |
| Bundle size | ~15 KB | ~35 KB | ~85 KB |
| Throughput (Bun) | Tinggi | Tertinggi | Sedang |
| Throughput (Node) | Tinggi | Sedang | Tertinggi |
| Type safety | Bagus | Excellent (Eden Treaty) | Bagus (TypeBox) |
| Plugin ekosistem | Kecil tapi berkualitas | Sedang, aktif | Terbesar |
| Learning curve | Rendah | Rendah | Sedang |
| Dokumentasi | Bagus | Bagus | Excellent |
| Cocok untuk | Edge, multi-runtime | Bun API, type-heavy | Node.js production |
Hono
Hono lahir dari kebutuhan Cloudflare Workers developer yang butuh framework ringan tanpa Node.js dependency. Di 2026, Hono sudah jadi pilihan dominan untuk edge deployment.
Yang membuat Hono menarik adalah filosofi “runs everywhere” — satu codebase bisa deploy ke Cloudflare Workers, Deno Deploy, Bun, Node.js, bahkan browser. Ini bukan gimmick: abstraksi Hono genuinely clean. Request/Response API-nya berdasarkan Web Standard, bukan Node.js http module — jadi portabel.
DX-nya solid. Middleware system seperti Express tapi lebih typed. RPC client (hc) untuk type-safe calling antar service ada tapi kurang seamless dibanding ElysiaJS Eden Treaty. Untuk routing, Hono pakai radix tree yang sangat cepat.
Kelemahan utama: ekosistem plugin lebih kecil. Kalau butuh multipart upload, rate limiting dengan Redis, atau WebSocket yang kompleks — Anda mungkin perlu implement sendiri atau cari package terpisah. Untuk project besar dengan banyak kebutuhan middleware, ini bisa jadi hambatan.
Dari sisi biaya Indonesia: Cloudflare Workers free tier (100K request/hari) sangat menarik untuk SMB. Dibanding bayar VPS Rp 200-400K/bulan untuk traffic rendah, Workers bisa lebih hemat. Hono adalah gateway ke ekosistem itu.
ElysiaJS
ElysiaJS adalah framework yang paling terasa “designed for TypeScript developer” dari ketiganya. Type inference-nya luar biasa — Anda define schema di satu tempat, dan type langsung tersedia di handler, response, dan client (via Eden Treaty) tanpa generate code.
const app = new Elysia()
.get('/user/:id', ({ params: { id } }) => getUser(id), {
params: t.Object({ id: t.String() }),
response: t.Object({ name: t.String(), email: t.String() })
})
Eden Treaty kemudian generate type-safe client otomatis. Ini killer feature untuk monorepo atau project yang share type antara frontend dan backend — DX-nya mirip tRPC tapi lebih ergonomis untuk REST.
Performa di Bun adalah yang terbaik dari ketiganya. Benchmark internal menunjukkan ElysiaJS bisa handle 3-4x throughput Fastify untuk endpoint JSON sederhana di Bun. Untuk endpoint dengan validasi dan database call, gap-nya lebih kecil tapi masih significant.
Tapi ada trade-off. ElysiaJS paling tied ke Bun ecosystem. Kalau tim Anda belum pakai Bun dan deployment target adalah VPS Ubuntu dengan Node.js LTS, perpindahan ke ElysiaJS berarti adopsi Bun juga — bukan keputusan kecil untuk production. Plugin ekosistem sedang berkembang pesat tapi belum selengkap Fastify untuk use case enterprise (audit log, complex auth flow, dll).
Untuk Indonesian developer yang build startup API di 2026 dengan greenfield project: ElysiaJS adalah pilihan yang saya rekomendasikan kalau tim Anda open ke Bun.
Fastify
Fastify adalah framework yang paling “proven” dari ketiganya. Di 2026 Fastify sudah versi 5.x, komunitas besar, dan plugin ekosistem yang tidak ada tandingannya di Node.js ecosystem. Ini bukan hanya soal kuantitas — banyak plugin Fastify yang battle-tested di production skala Fortune 500.
Schema validation via TypeBox terintegrasi sangat baik — lebih performant dari Zod karena compile ke JSON Schema yang dipakai Fastify untuk JIT serialize response. Ini salah satu alasan Fastify bisa sangat cepat di Node.js.
Untuk fitur production seperti rate limiting, health check, OpenAPI/Swagger, multipart, JWT, Redis session — semua ada plugin resmi atau well-maintained. Ini yang sering diunderestimate developer yang tertarik Hono atau ElysiaJS: effort implement production-grade feature dari scratch itu nyata.
Kelemahannya: learning curve lebih tinggi. Plugin system Fastify via fastify.register() punya encapsulation behavior (scope plugin) yang tidak intuitif untuk newcomer. Debugging type error Fastify kadang verbose. Dan untuk edge runtime — Fastify tidak dirancang untuk itu, bundle-nya terlalu besar.
Dari konteks Indonesia: kebanyakan SMB deploy ke VPS (DigitalOcean, Biznet, Dewaweb) dengan Node.js LTS. Untuk use case itu, Fastify adalah pilihan paling sedikit kejutan dan paling banyak resource online kalau stuck.
Verdict
Pakai Hono kalau:
- Deploy ke Cloudflare Workers, Deno Deploy, atau edge runtime lain
- Butuh satu codebase yang jalan di multiple runtime
- Build microservice ringan yang perlu cold start cepat
- Budget terbatas dan mau leverage Cloudflare free tier
Pakai ElysiaJS kalau:
- Project baru (greenfield), tim open ke Bun runtime
- Mau type safety end-to-end antara backend dan frontend tanpa code generation manual
- Prioritas DX dan developer experience modern
- Build API internal atau startup yang iterasi cepat
Pakai Fastify kalau:
- Sudah di ekosistem Node.js dan tidak mau ganti runtime sekarang
- Butuh plugin ekosistem yang mature (OAuth, multipart, audit, telemetry)
- Tim besar dengan requirement enterprise yang butuh long-term support
- Deploy ke VPS Jakarta dengan Node.js LTS standard
Untuk kebanyakan SMB Indonesia yang baru mulai project TypeScript API di 2026: ElysiaJS di Bun adalah sweet spot DX dan performa. Kalau masih ragu soal Bun di production — Fastify adalah pilihan aman yang tidak akan mengecewakan.
Ditulis oleh Asti Larasati