React 19 vs Solid.js vs Svelte 5: framework mana 2026
UI framework 2026: React 19 vs Solid.js vs Svelte 5 — perbandingan setelah semua stabil
Konteks 2026
Di awal 2025, masih ada pertanyaan mana yang “sudah siap production”. React 19 RC masih panas, Solid.js 2.0 belum keluar, Svelte 5 baru release. Sekarang di pertengahan 2026, ketiganya sudah stabil. Pertanyaannya bukan lagi “siapa yang lebih matang” — pertanyaannya adalah kapan pakai mana.
Ini bukan artikel evangelis. Saya sudah pakai ketiganya di project berbeda, dan honest: pilihannya tidak universal. Yang saya lihat dari side project dan beberapa konsultasi dengan tim startup Indonesia adalah ekosistem masih menang untuk sebagian besar use case, tapi ada kondisi spesifik di mana Solid.js atau Svelte 5 adalah pilihan lebih baik.
Perbandingan cepat
| Kriteria | React 19 | Solid.js | Svelte 5 |
|---|---|---|---|
| Bundle size (hello world) | ~42 KB | ~7 KB | ~3 KB |
| Performance (JS benchmark) | Baseline | 2-4x lebih cepat | 1.5-2x lebih cepat |
| Learning curve | Sedang (hooks mental model) | Tinggi (signals, no VDOM) | Rendah-sedang |
| Ekosistem library | Sangat besar | Kecil tapi growing | Kecil |
| Hiring Indonesia | Mudah | Sulit | Sulit |
| SSR support | Next.js, Remix, Astro | SolidStart | SvelteKit |
| Server Components | Ya (React 19) | Tidak | Tidak |
React 19
Kelebihannya nyata
React 19 bukan sekedar maintenance release. Actions API, use() hook, dan Server Components integration yang matang membuat React satu-satunya framework di tiga ini yang punya full-stack story lengkap. Kalau kamu sudah di Next.js 15, upgrade ke React 19 adalah natural progression — tidak ada friction besar.
Hal yang paling underrated: komunitas Indonesia. Tutorial YouTube, grup Telegram, komunitas Discord — hampir semua pakai React. Untuk junior developer yang butuh onboarding cepat atau tim yang butuh hire, React masih unbeatable.
Yang mulai terasa berat
Mental model React 19 dengan Server Components + Client Components + Server Actions semakin kompleks. Debugging “kenapa komponen ini render ulang?” masih ritual console.log dan React DevTools. Bagi developer yang baru start, overhead ini tidak trivial.
Bundle size juga tetap lebih besar. React runtime 42 KB (minified+gzip) bukan catastrophic, tapi kalau dibandingkan Svelte 5 yang hampir tidak ada runtime, ini terasa di mobile Indonesia.
Solid.js
Performa tanpa trik
Solid.js pakai fine-grained reactivity — tidak ada Virtual DOM, update langsung ke DOM node yang berubah. Hasil praktisnya: komponen tidak pernah “re-render” dalam arti React. Ini bukan marketing — benchmark konsisten menunjukkan Solid 2-4x lebih cepat di operasi granular.
Untuk use case yang performa benar-benar matter — live dashboard, trading UI, data table besar yang update real-time — Solid.js adalah pilihan terbaik di tiga ini.
Trade-off yang harus diterima
Model reaktivitas Solid berbeda dari React. createSignal, createEffect, createMemo adalah primitif utama. Bagi developer yang sudah hafal React hooks, ini bukan “mirip tapi lebih baik” — ini paradigma berbeda yang butuh waktu untuk internalize. Salah satu trap umum: mengakses signal di luar reactive context dan heran kenapa update tidak propagate.
Ekosistem masih kecil. SolidUI ada, tapi pilihan UI component library jauh di bawah shadcn/ui + Radix yang React punya. Kalau project butuh banyak third-party integration, ini bottleneck nyata.
Svelte 5
Runes membuat semuanya lebih eksplisit
Svelte 5 dengan Runes ($state, $derived, $effect) adalah step up signifikan dari Svelte 4. Syntax lebih eksplisit — tidak ada magic compiler yang terlalu banyak “menebak” intent kamu. Bagi developer yang dari React, Runes terasa familiar tapi lebih clean.
Output bundle Svelte adalah yang terkecil dari tiga ini karena compiler menghasilkan vanilla JS tanpa runtime besar. Untuk project yang target mobile Indonesia dengan koneksi 4G, ini keuntungan konkrit yang bisa diukur di Lighthouse score.
Ekosistem masih catch up
SvelteKit bagus sebagai full-stack framework, tapi pilihan library ekosistem masih lebih kecil dari React. Kalau kamu butuh headless component library sekelas Radix UI, pilihan untuk Svelte lebih terbatas. Situasi ini membaik tapi belum setara.
Sama seperti Solid, hiring developer Svelte di Indonesia lebih susah. Untuk solo project atau tim kecil yang tidak perlu scale tim cepat, ini tidak masalah. Untuk startup yang plan hire 3-5 developer dalam 6 bulan ke depan, ini consideration nyata.
Verdict
Pakai React 19 kalau:
- Tim lebih dari satu orang dan ada rencana hire
- Project butuh banyak third-party library (payment, analytics, CMS integration)
- Kamu sudah di Next.js dan ingin Server Components
- Project yang long-lived dan butuh banyak talent di market Indonesia
Pakai Solid.js kalau:
- Performa adalah requirement utama (bukan nice-to-have)
- Use case spesifik: dashboard real-time, collaborative tool, trading UI
- Tim kecil, semua developer mau invest belajar paradigma baru
- Tidak butuh banyak UI library third-party
Pakai Svelte 5 kalau:
- Kamu solo dev atau tim kecil yang mau DX bagus + bundle kecil
- Project yang target heavy mobile user (LCP dan TTI matter)
- Kamu sudah comfortable React dan mau alternatif yang berbeda tapi tidak se-alien Solid.js
- SvelteKit sebagai full-stack cukup untuk scope project kamu
Untuk kebanyakan startup Indonesia di 2026: React 19 masih default yang defensible. Bukan karena terbaik secara teknis, tapi karena total cost of ownership — hiring, onboarding, ekosistem library, dokumentasi bahasa Indonesia — paling rendah. Solid.js dan Svelte 5 adalah pilihan yang sah, tapi butuh justifikasi yang jelas, bukan sekedar “lebih keren”.
Ditulis oleh Asti Larasati